Lombok Ubi Goreng
Punya jajanan favorit yang dulu di jual di kantin sekolah?
Kalo itu ditanyakan ke teman-teman, sepertinya semua akan mengingat ubi (singkong) goreng yang dicocol ke lombok yang kental. Rasanya nikmat sekali, sehingga dengan sepotong ubi bisa berkali-kali minta tambahan lombok pada Om Gabriel, bujang sekolah paruh baya yang setia mengabdi dan melayani anak-anak di sekolah.
Masih terbayang raut wajahnya yang khas dari indonesia timur, dengan salah satu kuping yang ada tindikannya. Pernah saya bertanya ke Om Gabriel, apa arti dari tindikan di kupingnya, tetapi tidak dia jelaskan dengan rinci. Mungkinkah menjadi ciri khas di daerahnya untuk seorang pria memiliki tindikan di kupingnya, entahlah... yang pasti saat itu pria dengan tindikan di kuping bukan menjadi hal yang lumrah.
Kembali ke jajanan di kantin sekolah. Sebenarnya selain ubi goreng, menu lain adalah mie yang disajikan dengan sangat sederhana, yaitu diseduh dengan kaldu daging sapi. Jika beruntung maka akan bisa menemukan potongan halus dari daging sapi tersebut. Dan jika sabar sampai mie akan habis terjual, bisa menikmati potongan tulang yang terbungkus tipis dengan daging. Walaupun sederhana mie ini sangat populer, dan menjadi rebutan di waktu istirahat sekolah.
Tapi tentu saja yang tetap menjadi urutan pertama terlaris adalah ubi goreng. Selain karena harganya lebih murah dibandingkan dengan harga mie, tentu saja karena lomboknya yang nendang, dan sulit untuk dilupakan.
Untunglah MakMick punya resep andalan yang bisa mengobati kerinduan sebagai pelengkap saat menikmati ubi goreng buatan sendiri di rumah. Bagaimana dengan Tarita, apakah sudah pernah mencoba resep ini ? Karena walaupun hanya sekitar 3 tahun bersekolah mengikuti orang tua yang bertugas di sini, lombok ubi ini tetap menjadi kenangan kuliner yang masih lekat di memorynya. Luar biasa memang teman satu ini, bukan hanya makanan yang mampu diingat dengan baik, tetapi kisah-kisah selama sekolah pun mampu diceritakan dengan detail saat pertama kali bersua kembali setelah sekian tahun terpisahkan.
Mari kita siapkan wajan, dan mulai mempraktekkan lombok ubi ini
Kalo itu ditanyakan ke teman-teman, sepertinya semua akan mengingat ubi (singkong) goreng yang dicocol ke lombok yang kental. Rasanya nikmat sekali, sehingga dengan sepotong ubi bisa berkali-kali minta tambahan lombok pada Om Gabriel, bujang sekolah paruh baya yang setia mengabdi dan melayani anak-anak di sekolah.
Masih terbayang raut wajahnya yang khas dari indonesia timur, dengan salah satu kuping yang ada tindikannya. Pernah saya bertanya ke Om Gabriel, apa arti dari tindikan di kupingnya, tetapi tidak dia jelaskan dengan rinci. Mungkinkah menjadi ciri khas di daerahnya untuk seorang pria memiliki tindikan di kupingnya, entahlah... yang pasti saat itu pria dengan tindikan di kuping bukan menjadi hal yang lumrah.
Kembali ke jajanan di kantin sekolah. Sebenarnya selain ubi goreng, menu lain adalah mie yang disajikan dengan sangat sederhana, yaitu diseduh dengan kaldu daging sapi. Jika beruntung maka akan bisa menemukan potongan halus dari daging sapi tersebut. Dan jika sabar sampai mie akan habis terjual, bisa menikmati potongan tulang yang terbungkus tipis dengan daging. Walaupun sederhana mie ini sangat populer, dan menjadi rebutan di waktu istirahat sekolah.
Tapi tentu saja yang tetap menjadi urutan pertama terlaris adalah ubi goreng. Selain karena harganya lebih murah dibandingkan dengan harga mie, tentu saja karena lomboknya yang nendang, dan sulit untuk dilupakan.
Untunglah MakMick punya resep andalan yang bisa mengobati kerinduan sebagai pelengkap saat menikmati ubi goreng buatan sendiri di rumah. Bagaimana dengan Tarita, apakah sudah pernah mencoba resep ini ? Karena walaupun hanya sekitar 3 tahun bersekolah mengikuti orang tua yang bertugas di sini, lombok ubi ini tetap menjadi kenangan kuliner yang masih lekat di memorynya. Luar biasa memang teman satu ini, bukan hanya makanan yang mampu diingat dengan baik, tetapi kisah-kisah selama sekolah pun mampu diceritakan dengan detail saat pertama kali bersua kembali setelah sekian tahun terpisahkan.
Mari kita siapkan wajan, dan mulai mempraktekkan lombok ubi ini
Bahan :
Bawang putih
Bawang merah
Terasi
Lombok
Semua bahan diblender.
Tomat iris tipis
Belimbing
Cara membuat :
Tumis bumbu yang dihaluskan, masukkan air yang banyak, tomat, gula merah, belimbing, air kanji, air jeruk harum di api kecil.
Angkat, masukkan kulit jeruk harum
Dan lombok ubi goreng yang kental serta menggiurkan, siap untuk di santap.
Yummy....

Komentar
Posting Komentar