Barongko ala Mila

Sebagai penyuka jajanan kuliner, tidak disangka Mila pun piawai dalam bereksperimen mengolah bahan di dapur menjadi hidangan modifikasi yang luar biasa.
Resep yang tidak original ini mengasah kreatifitas teman-teman yang lain, sehingga resep aslinya Mila, menjadi lebih kaya dengan ide-ide tambahan dari Vivi, Adjie, Stella.

Satu hal yang menjadi ciri khas barongko original yaitu potongan nangka matang, di skip oleh Mila karena ketidaksukaannya pada nangka, dan digantikan dengan kenari.
Memang sedikit mengejutkan ada juga bahan makanan yang tidak disukai Mila, penikmat hampir semua makanan. Tapi kemudian dijelaskan kembali bahwa campuran nangka pada barongko terasa kurang pas buat dia, karena nangka itu enaknya dimakan begitu saja. Rupanya, Mila tetap penyuka nangka, hanya disajikan secara berbeda.
Jadi kepo nih, apa sih yang tidak disukai oleh Mila? Hmmm, ....

Bahannya simple terdiri dari :
2 sisir pisang kepok kuning yang sudah matang.
5 kuning telur
2 pak santan kara
Kenari
Vanila
Sedikit tepung terigu, jika menyukai tekstur yang lebih padat
Gula merah - optional

Pisang kepok, bagian tengahnya yang tempat bijinya, dibuang. Kemudian potong pisang kecil-kecil, supaya mudah dilumatkan dengan garpu (kalau ala Mila dihancurkan dengan tangan). 
Campurkan dengan santan, kuning telur, dan tepung terigu atau gula merah, tergantung selera. Setelah rata, gunakan pirex, atau cetakan aluminium foil dan kukus selama kurleb 20 menit. Supaya wangi, di air kukusan masukkan daun pandan.
Tusuk adonan, jika sudah tidak ada yang menempel, artinya sudah siap untuk dikeluarkan.
Aslinya menggunakan daun pisang untuk pembungkus.

Adonan yang sama, dengan tambahan tepung terigu lebih banyak, bisa digoreng dan oleh orang bugis dinamakan putu kambeng.

Nah, resepnya Mila ini diperkaya dengan tips-tips cara memilih pisang kepok yang manis.
Tetapi karena mungkin para mamak ini berada di wilayah yang berbeda, jadi kondisi pisangnya juga beda. Karena menurut Stella dan Lia, yang ukurannya kecil adalah pisang kepok kuning, dan buahnya penuh sampai ke ujungnya. Jika ujungnya mengecil maka itu adalah pisang putih yang tidak manis, biasanya untuk makanan burung. Sebaliknya di wilayah Mila, kemungkinan pisang kepok kuning biasanya berukuran besar.
Supaya mamak tidak bingung, cara yang paling efektif adalah minta ke penjualnya untuk mengiris sedikit supaya bisa melihat langsung kualitas dari pisangnya

Ide dari Vivi adalah mengganti gula dengan SKM. Hmm....







Komentar

Postingan Populer